Tidak heran bangsa Indonesia dijajah selama ratusan tahun
Setelah membaca berita ini di Liputan 6 semakin membuat saya yakin. Yakin bahwa inilah alasan kuat kenapa bangsa Indonesia sejak dahulu betah dijajah selama ratusan tahun. Ck ck ck, ini tahun 2005 Bung! Sebentar lagi 2006, kemudian 2007 dan 2008. Sekarang bisa nonton televisi langsung pada jam tangan, bisa makan dari kapsul, bisa beranak dalam kubur (hey kalau itu sejak tahun 80-an juga sudah ada).

Jadi hantu cekik, hantu cekak, dan hantu bengkak, semuanya sudah pada pergi ke planet Jupiter atau pulang kampung naik bis malam terakhir.
Salah siapa sih kita jadi begini? Bukan salah sangka rupanya. Para orang tua selalu bilang, "Ayo cepat masuk, udah magrib, nanti diculik kalong wewe" (walaupun menyuruh anak-anak masuk ke rumah setelah gelap adalah ide yang bagus). Waktu SD, uang saya sebanyak 5000 rupiah untuk membayar buku hilang lenyap. Kemudian guru agama datang (guru agama loh, agama!) dan bilang, "ayo anak-anak minum dari gelas ini, sudah saya bacain surat Yasin, nanti yang mencuri akan ketauan!". (sampai sekarang ga ketahuan siapa yang jadi pencoleng)
Jadi sedari kecil, pikiran kita sudah terkontaminasi hal-hal mistik, tahayul, serta berbagai kisah tokoh yang Sakti Mandra Si Doel. Sebagai contoh dongeng berbungkus agama (Islam), misalnya Wali Songo cs yang mendirikan Masjid Demak yang mana tiang-tiang kayunya pada terbang sendiri atau yang Sunan Kalijaga yang berantem dengan Syech Siti Jenar di awan. Mari tepuk jidat kita ramai-ramai! (Wali Songo juga rupanya kurang sakti karena hantu cekik masih berkeliaran di Demak) (Saya juga dulu tertarik hal-hal semacam ini tetapi alhamdulillah sekarang sudah keluar dari kuasa gelap tersebut)
Lalu ketika sudah besar? Ya masih begitu juga, belum lagi perayaan sesat di beberapa keratong yang diadakan bertepatan dengan hari ulang tahun Nabi. Sudah tahu sesat kok masih diadakan juga? Hey ini masalah kantong, sebab menarik wisatawan. Saya pernah tanya fenomena ini ke Tuan Hidayat Nur Wahid beberapa hari sebelum mencoblos, tapi sampai sekarang belum ada jawapan. Mungkin sibuk. (Ya benar, Hidayat yang itu bukan yang pebulutangkis)
Mohon kepada para ulama, jangan terlalu sibuk membuat materi tandingan Imam Samudra, tapi juga masalah mistik permistikan ini juga dibereskan sebab semakin berurat berakar. Kepada televisi..., ya sudah lah, karena tidak bakal didengar, ya sudah. Kepada murid-murid, liburan akan dimulai minggu depan. Horeee!
Pertanyaan Sampingan:
Tapi kok Finlandia yang dijajah 600 tahun oleh Swedia kemudian diteruskan selama lebih 100 tahun oleh Russia, tapi kok tidak seperti Indones ya? Ya mudah saja karena penduduknya sedikit. Dan oh ya, di Finlandia tidak ada uka-uka.
Tapi tentu masihlah hebat Indones karena makanannya enak-enak.
--
gambar oleh Peter van Dongen, dipindai oleh Tita.
Comments
riza:
Saya: berdasarkan informasi dari sepupu saya dari Ciamis, Ati Teknokrati, anda mulai menulis postingan ber-tag 'Indonesiana' mulai dari 2005-7-12. Jadi, anda sudah tidak ada disini .. :(
jaim:
hmmm... sepertinya you're underestimate the power of the dark side. he he he... :)
daus:
Ya itulah bangsa ini
kenapa sih bangsa ini tidak henti-hentinya terkena bencana ?
salah satunya pasti karena itu
gile bener emang tuh punjabi brother
dari film, sinetron baik anak2, remaja dewasa semua dimasukkan unsur mistik bahkan yang awalnya bukan film, sinetron horor sekarang jadi horor maklum ngejar rating
kalo mas masih tinggal disini pasti muntah deh ngelihat film & sinetron saat ini
Saya:
ijakere: karena e karena merusak pikiran. coba saudara klik arsip di mana saya belum hengkang, niscaya mendapatkan ide yang serupa.
riza:
knapa sih orang yg sudah di luar negeri sukanya menghina hina bangsanya sendiri terus
edwin:
ada lagi nih om, tol cipularang sarang hantu: http://www.kompas.co.id/metro/news/0512/01/081737.htm
rifie:
Itulah Indonesia... :)
saya ngga suka sinetron yang berbau mistis dan saya juga tidak suka film horornya Suzanna.
carlos:
acara syirik/musyrik ini harus dihapuskan.Ini memberi kesan kalau agama itu hanya mistik belakatapi hal2 seperti pembangunan akhlaq dan budi pekerti yang baik tidak pernah dilakukan ( atau ditampakkan di media)
pelanggan angkot:
sungguh celaka orang orang yang memutuskan suatu perkara tanpa menanyakan terlebih dahulu kepada ahlinya.
terus dia di dalem lahat gitu gimana bisa shalat ? bukan nolak bala malah dapet dosa kerna ninggalin shalat. yang utama dan paling sial, jadi musyrik.
turk:
mereka sih maunya negara kita dijajah forever seperti australia sekarang. tapi orang kita jauh lebih banyak dari aborigine, dan urakan, keras kepala, dan percaya hantu. makanya penjajahnya akhirnya kewalahan dan pergi juga.

Saya:
ijakere: tag tidak sepenuhnya menandakan isi karena kepusingan tersendiri saat menentukan tag apa untuk suatu postingan. Tapi sungguh keren karena meluangkan waktu untuk menyelidiki semua postingan saya.
Ada kekecewaan yang tertulis misalnya pada bulan November dan bukanlah penghinaan. Kalau yang namanya menghina itu misalnya seperti ini: "Huh kamu jelek sekali sih tambah hitam karena sering main layangan". Lagipun tulisan saya di atas juga mengemukakan solusi. Kalau kemudian memancing komentar2 pengunjung yang bernada menghina ya isi diluar tanggung jawap percetakan.